Pendekatan Dalam Sistem Dinamik oleh [Eka PDS5B23]
Pendekatan Dalam Sistem Dinamik
Definisi
Sistem dinamik adalah metodologi untuk memahami sistem kompleks dengan fokus pada pengambilan kebijakan dan pengaruhnya terhadap tingkah laku internal sistem. Permasalahan dipandang berasal dari struktur internal, bukan faktor eksternal. Filosofi kausal (sebab akibat) menjadi dasar, dengan tujuan mendapatkan pemahaman mendalam tentang cara kerja sistem untuk merancang kebijakan yang efektif.
Tahapan Pendekatan Dalam Sistem Dinamik
1. Identifikasi Masalah:
- Mengenali dan mendefinisikan masalah.
2. Konseptualisasi Sistem:
- Memahami sistem, menentukan elemen, dan hubungannya.
3. Formulasi Model:
- Membangun model matematis dinamika sistem.
4. Simulasi Model:
- Menjalankan simulasi untuk memahami perilaku sistem.
5. Verifikasi dan Validasi Model:
- Memastikan kebenaran dan akurasi model.
6. Analisis Kebijakan:
- Menerapkan kebijakan pada model, menganalisis dampaknya.
7. Implementasi Kebijakan:
- Melakukan implementasi kebijakan berdasarkan hasil analisis.
Proses pemodelan terdiri atas langkah-langkah sebagai berikut (Sterman 2000):
1. Perumusan Masalah dan Batasan:
- Menetapkan tema, variabel, dan waktu kajian.
- Mendefinisikan masalah dan akarnya.
2. Formulasi Hipotesis Dinamis:
- Menetapkan hipotesis berdasarkan teori perilaku.
- Membangun peta struktur kausal dengan alat seperti diagram lingkaran kausal dan diagram aliran stok.
3. Formulasi Model Simulasi:
- Menentukan struktur model, aturan keputusan, dan estimasi parameter.
- Uji konsistensi model dengan tujuan dan batasan yang telah ditetapkan.
4. Pengujian:
- Melakukan uji perbandingan dengan model referensi.
- Menguji kehandalan dan sensitivitas model.
5. Evaluasi dan Perancangan Kebijakan:
- Menganalisis dampak dari skenario simulasi.
- Merancang kebijakan dengan mempertimbangkan sinergi dan ketidakpastian.
Tahapan Pemodelan
1. Definisi Masalah dan Tujuan Model:
- Jelaskan masalah dan tujuan model.
2. Variabel Tujuan dan Kontrol:
- Tentukan variabel tujuan dan kontrol.
3. Parameter Kontrol:
- Pilih nilai parameter untuk variabel kontrol.
4. Uji Model:
- Pastikan keakuratan model melalui pengujian.
5. Horizon Waktu dan Dinamika:
- Tentukan periode waktu dan perilaku dinamis.
6. Jalankan Model:
- Implementasikan model melalui simulasi.
7. Penggantian Parameter Ekstrim:
- Ganti parameter dengan nilai ekstrim untuk menguji batas model.
8. Perbandingan dengan Data Eksperimen:
- Bandingkan hasil simulasi dengan data eksperimen.
9. Perbaikan Model:
- Perbarui model berdasarkan hasil dan parameter yang ada.
PERTANYAAN!!!
- Apa yang dimaksud dengan pendekatan sistem dinamik?
Jawaban : Pendekatan sistem dinamik adalah metodologi untuk memahami sistem kompleks dengan fokus pada pengambilan kebijakan dan pengaruhnya terhadap tingkah laku internal sistem. Ini menekankan pemahaman tentang struktur internal sistem dengan tujuan merancang kebijakan yang efektif.
- Apa perbedaan antara identifikasi masalah dan konseptualisasi sistem dalam pendekatan sistem dinamik?
Jawaban : Identifikasi masalah berkaitan dengan mengenali dan mendefinisikan masalah yang akan dipecahkan, sedangkan konseptualisasi sistem melibatkan pemahaman mendalam tentang sistem, menentukan elemen, dan hubungan antar mereka.
- Mengapa pengujian model penting dalam tahapan sistem dinamik?
Jawaban : Pengujian model kritis untuk memastikan keakuratan dan validitas model dalam merepresentasikan perilaku sistem. Ini membantu memastikan bahwa hasil simulasi dapat diandalkan dan relevan untuk pengambilan keputusan.
- Apa yang dimaksud dengan horizon waktu dalam konteks pemodelan sistem dinamik?
Jawaban : Horizon waktu merujuk pada periode waktu yang ditentukan untuk memahami perilaku dinamis dalam model sistem. Pemilihan horizon waktu penting untuk fokus analisis dan pemahaman dampak kebijakan dalam jangka waktu tertentu.
- Mengapa perbandingan hasil simulasi dengan data eksperimen penting dalam tahapan pemodelan?
Jawaban : Perbandingan dengan data eksperimen membantu memvalidasi model, memastikan bahwa hasil simulasi mencerminkan dengan baik fenomena yang diamati dalam dunia nyata. Ini meningkatkan kepercayaan pada keakuratan model dan relevansinya dalam konteks yang sesungguhnya.
Sumber : OLU
Komentar
Posting Komentar