STUDI SIMULASI DAN PEMODELAN DALAM SEBUAH SISTEM oleh (Eka PDS5B23)

STUDI SIMULASI DAN PEMODELAN DALAM SEBUAH SISTEM 

Langkah-Langkah Studi Simulasi

  • Formulasi masalah
  • Penetapan tujuan dan rencana proyek: pendekatan yang digunakan untuk menyelesaikan masalah.
  • Konseptualisasi model: membangun model yang masuk akal.
  • Pengumpulan data: mengumpulkan data yang diperlukan untuk merun simulasi (seperti laju ketibaan, proses ketibaan, displin layanan, laju pelayanan dsb.).
  • Penerjemahan Model: konversi model suatu bahas pemrograman.
  • Verifikasi: Verifikasi model melalui pengecekan apakah program bekerja dengan baik.
  • Validasi: Check apakah sistim merepresentasi sistim riil secara akurat.
  • Desain Eksperimen: Berapa banyak runs? Untuk berapa lama? Jenis variasi masukannya seperti apa ?
  • Produksi runs dan analisis: running aktual simulasi, mengumpulkan dan menganalisis keluaran.
  • Jalankan lagi (More runs) ?: mengulangi eksperiemn jika perlu.
  • Dokumentasi dan pelaporan: Dokumen dan laporan hasil
  • Implementasi


Formulasi Masalah 

  1. mengidentifikasikan maslah yang akan diselesaikan 
  2. mendeskripsikan operasi sistim dalam term-term obyek dan aktivitas dalam suatau layout
  3. mengidentifikasi sistem dalam term-term variabel input (eksogen), dan output (endogen) 

Penetapan tujuan dan rencana proyek

  1.  Pendekatan yang digunakan untuk menyelesaikan masalah.  

Konseptualisasi model

membangun model yang masuk akal.
  • memahami sistem 
  1. Pendekata proses : pendekatan alarian fisik (physical flow approach) 
  2. Pendekatan peristiwa (event) : pendekatan perubahan keadaan (state change approach)
  • konstruksi model 
  1. definisi obyek, atribut, metode flowchart metode yang relevan pemilihan bahas implemntasi
  2. flowchart metode yang relevan pemilihan bahas implemntasi
  3. penggunaan random variates dan statistik kinerja
  4. coding dan debugging

Pengumpulan data

mengumpulkan data yang diperlukan untuk merun simulasi (seperti laju ketibaan, proses ketibaan, displin layanan, laju pelayanan dsb.)

Penerjemahan Model

konversi model ke dalam suatu bahasa pemrograman

 Verifikasi

Verifikasi model melalui pengecekan apakah program bekerja dengan baik.

Validasi

Check apakah sistim merepresentasi sistim riil secara akurat.

 Desain Eksperimen

  1. evaluasi statistik output untuk mementapkan beberapa level presisi yang diterima dari pengukuruan kinerja 
  2. analisi terminasi digunakan jika interval waktu riil tertentu akan disimulasikan 
  3. steady state analysis digunakan jika obyek of interest merupakan rata-rata long-term 

Produksi runs dan analisis

running aktual simulasi, mengumpulkan dan menganalisis keluaran.

Jalankan lagi (More runs)? 

mengulangi eksperiemn jika perlu.

Dokumentasi dan pelaporan

Dokumen dan laporan hasil

Implementasi

Terapkan pada sekala dunia nyata.

Kelebihan Simulasi 

  1. Kompleksitas Stokastik : Banyak sistem riil melibatkan unsur stokastik yang sulit dijelaskan secara matematis. Simulasi memungkinkan pemodelan sistem yang penuh ketidakpastian.
  2. Estimasi Kinerja : Dapat mengestimasi kinerja sistem dengan menguji berbagai kondisi operasi.
  3. Perbandingan Sistem Alternatif : Memungkinkan perbandingan efisien antara rancangan sistem berbeda.
  4. Kontrol Eksperimen yang Baik : Anda dapat mengendalikan eksperimen dengan baik dalam simulasi, mengatur parameter dan kondisi eksperimen.
  5. Efisiensi Waktu : Simulasi memungkinkan studi sistem dalam kerangka waktu lama dalam waktu yang singkat atau eksplorasi detail dalam waktu yang diperpanjang.

Kelemahan Simulasi 

  1. Setiap langkah percobaan model simulasi stokastik hanya menghasilkan estimasi dari karakteristik sistem yang sebenarnya untuk parameter input tertentu. Model analitik lebih valid. 
  2. Model simulasi seringkali mahal dan makan waktu lama untuk dikembangkan. 
  3. Output dalam jumlah besar yang dihasilkan dari simulasi biasanya tampak meyakinkan, padahal belum tentu modelnya valid.

Jebakan/Simulasi 

  1. Gagal mengidentifikasi tujuan secara jelas
  2. Desain dan analisis eksperimen simulasi tidak memadai 
  3. Pendidikan dan pelatihan yang tidak memadai

Sumber : OLU














Komentar